Aspek Material dalam Laporan Keberlanjutan, Apa Itu?

Proses mengidentifikasi aspek materiaI merupakan inti dari penyusunan sebuah laporan keberlanjutan. Dalam laporan keberlanjutan, materialitas berkaitan dengan ambang dalam mempengaruhi keputusan ekonomi dari pengguna laporan keberlanjutan perusahaan. Lantas, apa yang dimaksud dengan aspek material dalam laporan keberlanjutan?

Aspek material adalah aspek yang mencerminkan dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial yang signifikan dari perusahaan atau dapat mempengaruhi secara substantif asesmen dan keputusan pemangku kepentingan. Jadi, menentukan materialitas untuk laporan keberlanjutan juga termasuk mempertimbangkan dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial yang melewati ambang dalam mempengaruhi kemampuan untuk memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kebutuhan generasi mendatang. 

Aspek material tersebut seringkali memiliki dampak finansial jangka pendek atau jangka panjang yang signifikan pada perusahaan. Oleh karena itu, hal ini juga relevan bagi para pemangku kepentingan yang sangat berfokus pada kondisi keuangan perusahaan, terutama para investor. 

Aspek Material dalam Prinsip Laporan Keberlanjutan

Penetapan aspek material dan isi laporan bisa dilakukan berdasarkan pada empat prinsip pelaporan keberlanjutan, yaitu:

  1. Stakeholder Inclusiveness
  2. Sustainability Context
  3. Materiality
  4. Completeness

Tahap Penentuan Aspek Material

Secara spesifik, proses penentuan isi laporan dan batasan topik melalui empat tahapan sebagai berikut:

Identifikasi

Dalam tahap ini dilakukan pemilihan topik yang berhubungan dengan konteks keberlanjutan (sustainability context), untuk aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial.

Prioritas

Dalam tahap ini diterapkan prinsip materiality untuk memilih topik keberlanjutan yang signifikan menurut pemangku kepentingan (melalui proses stakeholder engagement) atau dengan kata lain penerapan prinsip stakeholder inclusiveness.

Validasi

Prinsip completeness diterapkan untuk memastikan kelengkapan dari ruang lingkup, batasan, dan waktu dari topik material yang ditetapkan dari tahap sebelumnya.

Kajian

Prinsip Stakeholder Inclusiveness kembali diterapkan untuk memastikan bahwa isi laporan sesuai dengan konteks keberlanjutan.

Perusahaan menentukan topik material melalui berbagai metode, seperti survei kepada para pemangku kepentingan maupun melalui berbagai media komunikasi lain. Survei ini dilaksanakan secara periodik dalam berbagai kesempatan melalui beberapa saluran komunikasi, seperti buletin internal dan kuesioner. Survei yang dilakukan bertujuan untuk meninjau kembali daftar aspek material dari laporan keberlanjutan pada tahun sebelumnya. 

Topik-topik material yang disajikan dalam laporan keberlanjutan akan lebih menarik dan mudah dipahami bila ditampilkan dalam grafik atau infografis.

 

Contact Us

Instagram dmccomm_id

Website dmc-indonesia.com