Bagaimana Konsultan Media Menjawab Tantangan VUCA?

tantangan VUCA

Tidak ada satu sektor bisnis yang kini kebal terhadap gangguan. Strategi perusahaan atau organisasi bisa saja terbilang efektif. Tapi, untuk berapa lama? Volatilitas (volatility), ketidakpastian (uncertainty), kompleksitas (complexity), dan ambiguitas (ambiguity) atau sering disingkat VUCA menyebabkan tak bisa ada yang menjamin jawabannya. Tantangan VUCA menjadi tantangan tersendiri bagi konsultan media.

Sudah banyak contoh pelaku bisnis yang berada di ‘zona nyaman’ akhirnya tergerus karena VUCA. Sektor migas ‘terganggu’ dengan makin berkembangnya energi terbarukan, ritel makin terpinggirkan karena lapak online, televisi perlahan tergantikan oleh platform berbagi video dan masih banyak contoh lainnya. Kenyataannya, VUCA menjadi tantangan tak hanya bagi pelaku bisnis, tapi juga konsultan media. Bagaimana konsultan media menjawab tantangan tersebut? 

 

Menanggapi Perubahan Tantangan VUCA

Satu hal yang pasti, VUCA identik dengan perubahan yang datang nyaris tanpa bisa diprediksi. Menanggapi perubahan adalah langkah yang lebih tepat alih-alih berpegang teguh pada rencana yang tidak relevan lagi dengan situasi terkini.  Bila dirunut ke belakang, VUCA mengubah kecenderungan perilaku konsumen, misalnya dari konvensional menjadi digital. Pelaku bisnis pun sudah sepantasnya melakukan pembenahan dengan menyesuaikan berbagai strateginya agar relevan dengan market saat ini. Sejumlah aspek yang kini mendapat perhatian ekstra dari konsumen antara lain nyaman, mudah, praktis, dan transparan. 

Perilaku konsumen ini tak terlepas dari karakteristik generasi yang makin mendominasi pasar saat ini, seperti generasi milenial dan generasi Z. Tak hanya konsumen, generasi milenial dan generasi Z ini juga bertumbuh sebagai pegawai di perusahaan atau organisasi. Dengan begitu, strategi komunikasi yang direncanakan juga menyesuaikan dengan karakteristik mereka. 

 

Menjadi Terintegrasi

Perubahan perilaku konsumen menuntut konsultan media yang bisa menawarkan jasanya secara terintegrasi. Tidak selalu berupa ‘palu gada’, sebuah konsultan media dapat bersinergi dengan pelaku usaha sejenis. Konsultan media yang memiliki core business di media sosial, misalnya, dapat bersinergi dengan penyedia jasa live streaming

Sinergi ini bisa pula mencakup beberapa aspek, contohnya menggabungkan komunikasi dan pemasaran. Hubungan media dan pemasaran konten pun bisa membentuk duo yang kuat. Konten (artikel blog, video, posting-an media sosial dan lain-lain) yang diproduksi dan didistribusikan melalui strategi komunikasi yang baik memungkinkan untuk menarik audiens baru. 

Intinya, konsultan media semakin bergerak menuju tujuan yang lebih strategis. Konsultan media harus bisa dengan cepat beradaptasi dengan perubahan di tengah kampanye yang berlangsung. Kecakapan menanggapi perubahan yang dipadu dengan layanan terintegrasi akan mampu membuat konsultan media meningkatkan reputasi klien, menumbuhkan audiens hingga membedakan dirinya di pasar.

 

Contact Us

Instagram @dmccomm_id

Website dmc-indonesia.com

 

Fungsi Konsultan Media dalam Strategi Komunikasi Perusahaan

fungsi konsultan media

Saran atau masukan dari konsultan media dibutuhkan oleh klien untuk memenuhi kebutuhannya. Tapi, apakah konsultan media hanya sekadar memberi saran sesuai dengan kapabilitasnya? Tidak, konsultan media dapat memberi lebih dari itu. Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai fungsi konsultan media:

 

Peran Konsultan Media Menyediakan Informasi

Konsultan media dapat menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh kliennya. Konsultan media, misalnya, pernah mengadakan survei mengenai karakteristik pengguna media sosial di wilayah tertentu. Calon klien mereka bisa memanfaatkan data dari survei tersebut untuk keperluan brand awareness. Konsultan media bisa saja menjadi anggota komunitas tertentu yang kerap menerima data yang hanya dapat diakses oleh anggota komunitas tersebut.

 

Memecahkan Masalah

Umumnya, perusahaan akan memfokuskan kegiatan operasionalnya untuk mengejar tujuan utamanya, misalnya meningkatkan laba. Dalam mencapai tujuan itu, perusahaan sangat mungkin menghadapi sejumlah tantangan atau masalah. Tak tertutup kemungkinan, detil berbagai masalah ini memerlukan keterlibatan pihak eksternal untuk mengatasinya. Di sinilah konsultan media dapat membantu untuk memecahkan masalah kliennya.

 

Analisis yang Efektif

Konsultan media seharusnya memiliki pengalaman lebih banyak mengenai suatu isu daripada sejumlah pegawai perusahaan yang menjadi kliennya. Dengan begitu, konsultan media mampu menganalisa atau memberikan diagnosanya secara lebih efektif terhadap isu yang dihadapi oleh kliennya. Analisa atau diagnosa yang dilakukan secara terukur dan sistematis dapat menjadi rekomendasi bagi klien untuk mengambil keputusan.

 

Fungsi Konsultan Media Menerapkan Perubahan

Setiap entitas bisnis tak akan terlepas dari yang namanya perubahan. Perubahan bisa didasari dari faktor-faktor eksternal maupun internal. Top management adalah yang berwenang menetapkan perubahan yang diperlukan. Nah, implementasi perubahan itu sendiri bisa saja melibatkan konsultan media. Sebuah perusahaan, misalnya, menetapkan perubahan strategi pemasaran yang menyesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19. Lebih spesifik, perusahaan tersebut semakin gencar memasarkan produknya nyaris tanpa bertemu dengan calon pelanggannya. Maka, konsultan media bisa merekomendasikan pembuatan aplikasi khusus atau platform e-commerce yang memiliki fitur bagi calon buyer untuk mengukur keakuratan ukuran produk incarannya.

 

Contact Us

Instagram @dmccomm_id

Website dmc-indonesia.com

 

Tips Menyusun Tema Laporan Tahunan

tema laporan

Tema merupakan hal pertama dan paling utama yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan annual report. Tema hendaknya dapat memperkuat visual dan menjadi penggambaran visual yang diterjemahkan dalam kata-kata pada isi laporan tahunan. 

 

Memang, tak mudah menentukan tema laporan tahunan. Sebagai langkah awal, buatlah semacam daftar atau list pilihan tema. Pilihan tema dapat memperhitungkan berbagai hal, seperti kondisi terkini, milestone, atau rencana strategis perusahaan.  Tema annual report boleh bersifat melaporkan pencapaian atau pernyataan masa depan perusahaan (forward looking statement). Perpaduan keduanya juga bisa diterapkan, Namun, hal ini cukup riskan karena bisa membuat annual report kehilangan fokusnya.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih tema, antara lain sebagai berikut:

Originalitas Tema Annual Report

Tema yang baik harus mengandung keaslian atau originalitas. Maksudnya, tema jangan bersifat pengulangan atau sama persis dengan tema-tema sebelumnya. Pengukuran originalitas dapat dilakukan melalui pendekatan, pokok persoalan, sudut pandang, rangkaian kalimat, pilihan kata, dan sebagainya.

Judul 

Tema menarik, tapi judulnya biasa saja membuat laporan tahunan kurang ‘gereget’. Maka, buatlah judul yang ‘eye-cathing’ karena lebih menarik perhatian orang untuk membuka halaman demi halaman isi laporan tahunan. Dengan demikian, pihak eksternal pun tertarik untuk membaca laporan tahunan perusahaan Anda. 

Kesatuan

Satu annual report hanya boleh mengusung satu tema. Jika memiliki lebih dari satu tema, maka tidak akan ada kesatuan gagasan sentral yang menjadi landasan seluruh isi laporan tahunan. 

Kejelasan Tema Laporan Tahunan

Tema wajib jelas, tidak ambigu, atau multitafsir. Kejelasan ini dapat dilihat dari berbagai rinciannya. Bila rincian di halaman-halaman isi laporan tahunan tidak menjelaskan atau berkaitan dengan tema, maka akan mengaburkan tema itu sendiri. Perhatikan pula diksi. Diksi yang hiperbola atau tidak realistis juga bisa mengaburkan tema. 

Perkembangan

Perkembangan di sini lebih bersifat teknis. Maksudnya, perhatikan perkembangan satu kalimat dengan kalimat selanjutnya, satu paragraf dengan paragraf berikutnya dan seterusnya. Perkembangan ini dapat menggambarkan sebuah laporan tahunan tersusun secara logis dan sistematis atau tidak.

 

Contact Us

Instagram @dmccomm_id

Website dmc-indonesia.com

 

Jadwal Upload Media Sosial yang Ideal yang Perlu Kamu Ketahui

jadwal posting

Jadwal posting media sosial memang perlu diperhatikan. Sah-sah saja bagi orang umum untuk menulis status atau posting di jejaring sosial kapan saja. Namun, bagi orang-orang yang menggunakan media sosial untuk membantu bisnis mereka, waktu perlu mendapat perhatian ekstra. Alih-alih efektif, posting di jam-jam tertentu justru seperti pekerjaan sia-sia belaka.

Sudah banyak pebisnis atau orang-orang yang memanfaatkan jasa layanan media sosial untuk membantu pemasaran produknya. Banyak hal perlu diperhatikan agar meraih sukses ketika berbisnis dengan menggunakan situs jejaring sosial. Salah satunya adalah manajemen waktu.

Dalam dunia  media sosial, timing adalah faktor yang sangat penting. Anda ingin bisa mengirim pesan atau posting sesuatu pada saat banyak orang yang sedang online sehingga bisa melihat konten Anda tersebut. Dengan kata lain, makin banyak orang yang terterpa konten Anda. Semakin banyak orang yang tersedia saat Anda meng-upload sesuatu, maka semakin besar pula kesempatan Anda untuk bisa melibatkan mereka dalam perkembangan bisnis Anda.

Lab42, sebuah perusahaan riset pasar, mendapatkan responden untuk survei mereka melalui media sosial, menyatakan bahwa sekitar 19% orang menggunakan smartphone mereka saat berada di restoran untuk memperbarui status Facebook. Di sisi lain, sekitar 24% mengatakan mereka mengambil foto makanan mereka dan 18% check-in ke restoran menggunakan Foursquare.

Tidak mengherankan bahwa 20% pengguna smartphone membuat rencana makan mereka dengan orang lain melalui telepon dan 19% dari mereka menggunakan perangkat seluler mereka untuk menemukan restoran.

Laporan itu juga mengatakan bahwa orang yang membawa smartphone saat mereka makan di luar melakukannya untuk melihat menu makanan atau minuman di internet dan menemukannya. Laporan tersebut juga mencatat bahwa sekitar 95% dari responden menggunakan smartphone mereka sebelum makan di luar.

Jadi, ada kecenderungan pengguna aktif media sosial posting di jam-jam tertentu, bukan? Penasaran kapan saja waktu yang tepat untuk mengunggah postingan di media sosial? Inilah rincian waktu terbaik untuk mengunggah konten-konten Anda di media sosial.

Jadwal Posting Media Sosial Facebook

Banyak perusahaan yang telah mempelajari tren dan menganalisis waktu terbaik untuk posting produk mereka di Facebook. Meskipun Anda telah menggunakan Facebook Ads, tidak ada salahnya kok tetap menerapkan strategi ini. Dikutip dari Sprout Social, inilah waktu terbaik untuk mem-posting produk bisnismu di Facebook:

  • Weekday (Senin-Jumat) pukul 10.00 – 15.00.
  • Khusus hari Rabu paling tepat pukul 12.00 – 14.00.
  • Sementara untuk hari Kamis lebih tepat pada pukul 13.00 – 14.00.
  • Mem-posting di pagi hari dan malam hari sedikit kurang efektif
  • Hari Sabtu jumlah pengguna aktif Facebook lebih sedikit daripada hari lainnya.
  • Berdasarkan data tersebut, bisa dilihat bahwa rata-rata jumlah pengguna Facebook akan membludak pada siang hari di hari kerja. Karena banyak pengguna khususnya yang pekerja sedang menjalani istirahat makan siang. Selain itu, akhir pekan cenderung kurang efektif untuk promosi karena banyak pengguna yang lebih sibuk di dunia nyata ketimbang memegang ponsel mereka.

Jadwal Posting Media Sosial Twitter

Twitter merupakan platform media sosial yang memiliki jutaan pengguna aktif tiap bulannya. Twitter berpotensi menjadi platform online marketing yang efektif, meskipun Anda bakal terbatas dengan jumlah maksimal 280 karakter per postingan. Rasio klik tertinggi, dikutip dari thesmallbusiness adalah pada hari Senin dan Kamis, tepatnya pukul 13.00 dan 15.00. Anda bisa memanfaatkan waktu ini sebagai jadwal yang ideal untuk memposting produkmu. Sementara itu, untuk waktu yang paling buruk adalah pada akhir pekan, pukul 20.00 ke atas dan hari Jumat pukul 15.00 ke atas.

Jadwal Posting Media Sosial Instagram

Bukan hanya Facebook, Instagram juga menjadi platform menarik bagi para pebisnis online. Strateginya, selain menggunakan Instagram Ads, Anda juga bisa meraih traffic dengan memposting produk di waktu yang tepat. Dikutip dari Expertvoice, ternyata waktu paling efektif, namun bukan terbaik, adalah sekitar pukul 2 dini hari. Kenapa efektif? Jam-jam segitu nggak banyak orang memposting foto di Instagram, namun, ketika pagi datang, produkmu bisa langsung dilihat oleh pengguna. Lantas, jam berapa dan hari apa waktu yang paling efektif dan terbaik untuk mempromosikan produk melalui Instagram?

  • Minggu, pukul 17.00
  • Senin, pukul 19.00 dan 22.00
  • Selasa, pukul 03.00 dan 22.00
  • Rabu, pukul 17.00
  • Kamis, pukul 07.00 dan 23.00
  • Sabtu, pukul 12.00 dan 02.00

Penentuan waktu tersebut bukan didasarkan pada jumlah like, tetapi terkait dengan seberapa banyaknya orang melihat postingan Anda.

Jadwal Posting Media Sosial LinkedIn

Waktu-waktu ideal untuk posting di LinkedIn adalah sebelum dan sesudah jam-jam sibuk atau aktivitas kerja. Disarankan untuk memulai aktivitas di LinkedIn sekitar pukul 7-9 pagi atau 5-6 petang. Puncak traffic di LinkedIn adalah hari Selasa sampai Kamis. Tidak disarankan untuk publishing sesuatu pada jam 10 malam sampai 6 pagi.

Waktu Posting Pinterest

Berbeda dengan beberapa media sosial sebelumnya, para pengguna Pinterest justru lebih aktif ketika sedang akhir pekan (weekend). Mengunggah konten di Pinterest pada hari-hari kerja justru menjadi waktu yang buruk karena biasanya jumlah reach akan menurun drastis. Hari terbaik untuk mengunggah postingan konten di Pinterest adalah pada hari Sabtu dan Minggu pada pukul delapan hingga sebelas malam. Pasalnya, pada waktu ini biasanya orang-orang sedang memiliki banyak waktu luang yang digunakan untuk mencari ide-ide segar.

Waktu Posting Youtube

Sebagian besar orang lebih banyak menghabiskan waktu mereka untuk menonton Youtube pada akhir pekan atau menjelang akhir pekan. Maka, waktu terbaik untuk mengunggah konten di Youtube adalah mulai dari hari Kamis atau Jumat yang merupakan waktu terbaik dan keterlibatan tertinggi di Youtube. Selain hari Kamis dan Jumat, Anda juga bisa mengunggah konten di Youtube pada akhir pekan, seperti Sabtu atau Minggu. Jika Anda melakukannya di akhir pekan, lebih baik Anda memilih jam-jam pagi mulai dari jam sembilan hingga sebelas pagi. Waktu malam juga bisa menjadi opsi menarik mengingat Youtube telah menjadi media hiburan favorit bagi sejumlah orang.

Satu hal lain yang perlu diperhatikan, apabila Anda seorang pebisnis yang memanfaatkan jasa layanan jejaring sosial dapat menganalisa sendiri waktu yang tepat untuk posting berdasarkan waktu dan karakteristik umum pengguna media sosial di tempat Anda. Hal ini karena karakteristik pengguna media sosial di satu wilayah dapat berbeda dengan wilayah lain.

Platform yang Anda pilih juga bisa menentukan tingkat terpaan konten media sosial. Wiselytics menjelaskan, sebuah postingan di Facebook mampu menjangkau 75% engagement potensial dalam lima jam. Sementara itu Twitter mampu mencapai engagement potensial sebanyak 75% dalam waktu kurang dari tiga jam.

Tak kalah penting, dasar utama untuk mengetahui waktu terbaik melakukan posting adalah dengan terlibat langsung dengan sosial media itu sendiri. Dengan demikian, Anda akan teredukasi dengan sendirinya dan bisa menganalisa secara garis besar.

 

Contact Us

Instagram : @dmccomm_id

Website.    : dmc-indonesia.com