Apa Saja Langkah Menyusun Laporan Keuangan Konsolidasian?

Menyusun laporan keuangan konsolidasian bukanlah hal yang mudah. Laporan keuangan konsolidasian merupakan gabungan sejumlah laporan keuangan, yakni perusahaan induk dan anak-anak perusahaannya. Penyusunannya pun dilakukan dengan menggabungkan laporan keuangan induk dan anak perusahaan. Oleh sebab itu, penyusunan laporan keuangan konsolidasian perlu dilakukan secara teliti.

 

Ada sejumlah langkah yang bisa dilakukan dalam menyusun laporan keuangan konsolidasian. Tujuannya agar informasi keuangan yang tersebar di perusahaan induk dan anak perusahaan dapat tersaji secara tepat. Langkah-langkah tersebut antara lain:

  • Merekonsiliasi transaksi dan saldo inter-company account antara perusahaan induk dan anak perusahaan.
  • Merekonsiliasi keuntungan dan kerugian yang belum diakui. Keuntungan dan kerugian ini timbul dari transaksi antara perusahaan induk dan anak perusahaan.
  • Menyamakan periode pelaporan keuangan antara perusahaan induk dan anak perusahaan.
  • Menyusun dan menggunakan kebijakan serta metode akuntansi yang sama atau sejenis antara perusahaan induk dan anak perusahaan.

 

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah skenario laporan konsolidasian. Sebuah perusahaan induk memiliki struktur anak perusahaan, antara lain saham 80% di perusahaan anak A (20% milik publik), 45% di perusahaan anak B (perusahaan induk masih memiliki kendali), dan 10% di perusahaan anak C (perusahaan induk tidak memiliki kendali).

Perusahaan induk akan menggabungkan seluruh angka laporan keuangan anak perusahaan A dan B ke dalam laporan keuangan konsolidasiannya. Angka aset, liabilitas, ekuitas, laba rugi, dan arus kas perlu dimasukkan dalam laporan keuangan. Sementara itu, porsi pemilik lainnya akan disebut sebagai Kepentingan Non Pengendali (KNP) di bagian pos Ekuitas dan Laba/Rugi.

Poin Penting dalam Laporan Keuangan Konsolidasian

Berdasarkan data di atas, laporan keuangan konsolidasian perusahaan bisa disusun sebagai berikut:

  • Aset: seluruh aset induk perusahaan, termasuk di anak perusahaan (100% aset A + 100% aset B + 10% C)
  • Liabilitas: seluruh liabilitas induk perusahaan, termasuk di anak perusahaan (100% liabilitas A + 100% liabilitas B)
  • Ekuitas: ekuitas induk perusahaan dan anak perusahaan (100% ekuitas A + 100% ekuitas B)
  • KNP (20% ekuitas A milik publik + 55% ekuitas B milik investor lain)
  • Laba/Rugi 
  • Pendapatan: seluruh pendapatan induk perusahaan (100% A + 100% B)
  • Laba kotor: seluruh pendapatan induk perusahaan (100% A + 100% B)
  • Bagian penghasilan (rugi) komprehensif lain dari entitas asosiasi: 10% C
  • Laba: 100% A + 100% B + 10% C
  • Laba pemilik induk perusahaan: 80% A + 45% B + 10% C
  • KNP: (20% A + 55% B)

 

Bagaimana bila anak perusahaan memiliki anak perusahaan lainnya atau ‘cucu’ perusahaan induk dan seterusnya? Semuanya–perusahaan induk, anak, dan cucunya–akan dikonsolidasikan. Tapi, dengan catatan jika memang perusahaan induk masih mengendalikan. Porsinya pun diberlakukan secara relatif terhadap bagiannya masing-masing. Sebuah perusahaan yang memiliki ‘anak-cucu’ usaha yang beranak pinak memang sangat banyak. Satu hal lagi yang harus dipahami bahwa konsolidasi akan mengikat laba sebagai angka asli atau utuh di sebuah perusahaan. 

 

Contact Us

Instagram @dmccomm_id

Website dmc-indonesia.com