Yuk, Tengok Key Elements Social Media Management

Supaya bisnis Anda sukses, Anda perlu memahami elemen social media management sebelum mempromosikan produk atau jasa yang Anda miliki. 

Jumlah Akun

Elemen social media management yang pertama adalah jumlah akun. Kini, pilihan platform media sosial ada banyak, antara lain Facebook, Instagram, Twitter, LinkedIn, dan Youtube. Biasanya, satu brand menggunakan lebih dari satu platform. Masalahnya, mengelola lebih dari satu akun media sosial cukup menguras waktu dan tenaga, baik itu untuk pembuatan konten atau merespons tanggapan klien. Tapi, Anda tidak perlu khawatir karena sekarang ada beberapa perangkat yang dapat membantu pekerjaan tersebut.

Menentukan Strategi Branding pada Elemen Social Media Management

Menentukan strategi branding merupakan salah satu elemen di dalam social media management yang tidak kalah penting. Media sosial telah berkembang menjadi sarana bisnis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan keberadaanya, mengenalkan merek atau layanan yang ditawarkannya, menarik pengunjung atau pelanggan baru, dan membangun komunikasi dengan pelanggan. Dalam menjalankan usaha-usaha tersebut melalui media sosial, Anda butuh strategi yang jelas dan pasti untuk memastikan usaha Anda benar-benar membuahkan hasil.

Elemen Social Media Management : Susun Jadwal Posting

Buatlah jadwal posting. Anda bisa membuatnya per hari, minggu, atau bulan. Yang jelas, Anda sebaiknya konsisten membuat posting-an. Misalnya saat weekday, tiga kali seminggu dan sebagainya. Bila Anda merasa akan kewalahan membuat posting-an di beberapa platform media sosial, kini ada beberapa tools yang dapat Anda coba. Salah satunya adalah Buzzsumo. Perangkat yang satu ini dapat dihubungkan dengan Facebook, LinkedIn, Twitter, dan Pinterest. Cara menggunakannya juga sederhana, Anda hanya perlu memasukkan URL post media sosial Anda. Buffer adalah contoh tools lainnya. Perangkat yang satu ini dapat mempermudah penjadwalan publikasi konten media sosial Anda. Analisis akurat tentang usaha dan target user juga menjadi kekuatan utama perangkat yang terhubung dengan Facebook, Instagram, Twitter, LinkedIn, dan Pinterest ini.

Penting Menganalisis Engagement Elemen Social Media Management

Setelah posting-an telah terpublikasi, bukan berarti tugas Anda selesai. Anda juga sebaiknya perlu menganalisis keterlibatan sosial. Hal ini guna memastikan bahwa konten yang Anda sajikan benar-benar efektif dan relevan dengan pengikut akun media sosial Anda. Parameter penting dan mungkin lebih perlu diperhatikan ketimbang pertumbuhan jumlah pengikut adalah tingkat interaksi terhadap konten di media sosial yang kita kelola. Sebutan akrabnya, bobot engagement. Engagement secara sederhana berarti komunikasi dua arah, yang menurut pakar komunikasi Wilbur Schramm (pada 1954) adalah komunikasi interaksional. Kunci dari komunikasi interaksional ini adalah umpan balik (feedback) atau tanggapan terhadap pesan atau konten tertentu. Pentingnya feedback ini juga diungkapkan praktisi pemasaran online dan penulis beberapa buku tentang media sosial Jason Falls, melalui artikel tentang engagement di media sosial (2012). Ia menyebutkan kalau hasil komunikasi yang baik adalah jika audiens memberikan perhatian dalam bentuk respon.

Laporan Analitik yang Komprehensif dalam Elemen Social Media Management

Untuk mengetahui efektivitas posting-an di media sosial, Anda perlu mendapatkan laporan analitik secara komprehensif. Laporan komprehensif ini dapat mencakup analisis deskriptif, prediktif, dan preskriptif. Analisis deskriptif merupakan metode analisis yang sering digunakan oleh mayoritas analis. Dalam analisis media sosial, metode analisis ini sering digunakan untuk mengetahui rincian aktivitas pengguna di media sosial, seperti perhitungan interaksi, statistik audiensi, maupun perhitungan jumlah percakapan. Umumnya beberapa pertanyaan akan terjawab melalui metode analisis deskriptif, misalnya di hari apa saja audiensi aktif menggunakan media sosial?

Analisis Prediktif

Sementara itu, analisis prediktif adalah sebuah metode analisis yang berfungsi untuk mengidentifikasi risiko dan peluang berdasarkan rekam  data yang dimiliki. Metode tersebut akan bekerja dengan cara menganalisis data tersebut untuk membuat prediksi di masa yang akan datang. Biasanya, metode analisis prediktif sering digunakan untuk proses pembelajaran mesin maupun ataupun big data. Dalam analisis media sosial, kita bisa menggunakan metode analisis prediktif untuk menentukan strategi selanjutnya berdasarkan data perilaku pengguna di media sosial. Hal tersebut mencakup tingkat sentimen, ketertarikan pengguna, dan aktivitas pengguna. Selain itu, Anda pun bisa menggunakan metode analisis tersebut untuk mengolah data tersebut menjadi sebuah laporan yang bisa digunakan untuk menunjang strategi dan inovasi di masa selanjutnya.

Lain hal dengan analisis prediktif yang cenderung menampilkan rekomendasi terhadap sebuah kasus di media sosial. Metode ini bisa kita gunakan untuk mendukung pencapaian bisnis agar lebih maksimal. Dalam hal ini, ada beberapa pertanyaan yang akan terjawab melalui analisis prediktif, seperti konten seperti apa yang mampu meningkatkan interaksi di media sosial?

Pada umumnya, metode analisis di atas sering dilakukan dengan bantuan analytic tool. Fungsinya agar proses analisis yang dilakukan jauh lebih akurat, selain itu melalui bantuan tools tersebut, maka akan memudahkan Anda melakukan proses pengumpulan dan pengelolaan data di media sosial. Buzzumo, misalnya, dapat memonitor keberhasilan konten media sosial Anda, atau lebih tepatnya, berapa kali konten Anda dibagikan kembali oleh orang-orang. Lalu, ada pula Sprout Social. Sebagai perangkat yang terhubung dengan Twitter, Instagram, Facebook, LinkedIn, dan PinterestSprout Social merupakan sarana manajemen medial sosial yang terhitung cukup lengkap koneksinya. Melalui Sprout Social, Anda pun dapat memantau tingkat engagement pelanggan serta membuat jadwal atau kalender editorial konten media sosial bisnis Anda.

Pantau Komentar

Pantau komentar pada posting-an Anda. Bila perlu, Anda juga harus memberikan respon terhadap komentar tersebut, termasuk yang negatif. Jangan sungkan untuk menyampaikan permintaan maaf. Kemudian, ketika Anda mem-posting permintaan maaf di media sosial, usahakan tidak menggunakan script atau tulisan yang telah Anda salin dari orang lain karena orang-orang akan meremehkan permintaan maaf Anda. Ketika customer menghubungi Anda dengan komentar sosial yang negatif, mereka biasanya mencari Anda untuk mengakui dan membantu menyelesaikan masalah mereka. Jika Anda merespon dengan balasan yang sudah diotomatiskan, berarti Anda mengirimkan pesan bahwa sebenarnya Anda tidak mengambil waktu untuk memahami masalah dan tidak menghargai masukan dari customer.

Bersinergi dengan Anggota Tim

Anda sebaiknya mengurungkan niat bila ingin menjalankan manajemen media sosial seorang diri. Seperti disebutkan di awal, manajemen media sosial bukan perkara remeh. Anda akan tersita waktu, tenaga, dan pikiran untuk menjalankannya. Jadi, langkah terbaik adalah membentuk tim dan bersinergi di dalamnya. Masing-masing anggota haruslah saling memahami posisi masing-masing dan bisa berinisiatif memberikan kontribusi untuk meningkatkan kinerja tim. Satu anggota tim yang kurang memberikan kontribusi maksimal dapat mempengaruhi efektivitas manajemen media sosial yang coba Anda jalankan.

 

Contact Us

Instagram : @dmccomm_id

Website     : dmc-indonesia.com