Ikhtisar Keuangan dalam Laporan Tahunan, Pentingkah?

Ikhtisar keuangan adalah salah satu bagian dalam laporan tahunan yang pertama kali sering dicari, khususnya oleh investor. Sebegitu pentingkah ikhtisar keuangan dalam laporan keuangan?

 

Bagi sebagian investor, kondisi finansial perusahaan cukup dilihat di ikhtisar keuangan dalam laporan tahunan. Lantas, apa bedanya dengan laporan keuangan dalam laporan tahunan? Perbedaannya terletak dari periode dan ragam informasi di dalamnya. Laporan keuangan menampilkan kinerja perusahaan sesuai dengan tahun laporan tahunan dibuat dan tahun sebelumnya saja. Sementara itu, di dalam ikhtisar keuangan pada laporan tahunan biasanya data yang ditampilkan adalah data finansial selama tiga sampai lima tahun terakhir. 

Ikhtisar keuangan suatu perusahaan bisa dijadikan sebagai wadah untuk menilai bagaimana perusahaan tersebut berjalan dan berkembang. Dengan kata lain, pada bagian ini bisa dijadikan gambaran untuk menilai bagaimana kinerja suatu perusahaan dalam beberapa tahun terakhir. Bagi investor, ini bisa menjadi informasi mengenai perkembangan dana yang telah diinvestasikannya dalam perusahaan. Lebih spesifik, mampu menjawab berbagai pertanyaan, seperti tren penjualan, laba bersih, pertumbuhan ekuitas dan lain-lain dari sebuah perusahaan selama tiga hingga lima tahun terakhir. Angka-angka yang ditampilkan hanyalah angka-angka yang penting. Angka-angka sejenis inilah yang dicari dan dibutuhkan oleh investor. 

 

Istilah Ikhtisar Keuangan

Untuk menelaah lebih lanjut, investor atau pembaca bisa mengamati laporan keuangan perusahaan di bagian lain dalam laporan tahunan. Hal ini karena ikhtisar keuangan belum mampu menjawab sejumlah pertanyaan lainnya, misalnya penyebab penjualan dan laba bersih naik atau turun. Oleh sebab itu, pembaca dianjurkan juga untuk membaca laporan keuangan dalam laporan tahunan. Bagi investor, adalah hal wajib untuk memperhatikan angka-angka yang terdapat di dalamnya. Selain untuk mengetahui kinerja perusahaan, juga dapat memberikan gambaran manajemen finansial serta bagaimana sistem perusahaan berjalan. 

Pada ikhtisar keuangan, memang, terdapat berbagai istilah teknis di bidang finansial. Maka, pembaca juga perlu untuk memahami istilah-istilah tersebut agar memahami performance finansial perusahaan.  Liabilitas, misalnya, banyak yang belum memahami maknanya. Pendeknya, liabilitas merupakan kewajiban atau sebutan lainnya adalah hutang. Hutang ini tak selamanya berkonotasi negatif. Jika seorang pemilik usaha tidak mau mengambil risiko dalam berhutang, mungkin memerlukan waktu lama agar bisnisnya bisa berkembang. Namun, liabilitas (hutang) tidak hanya berupa peminjaman berbentuk uang. Ada jenis-jenis kewajiban yang juga perlu dipahami. Hutang jangka pendek, contohnya, merupakan sebuah jenis hutang yang biasanya harus dibayarkan pada tempo waktu yang cepat, kurang dari setahun. Hutang yang dilakukan ini sifatnya tidak terlalu mendesak dan tidak untuk hal yang penting dalam bisnis.

 

Contact Us

Instagram @dmccomm_id

Website dmc-indonesia.com