Tips Rahasia Menyusun Jadwal Konten di Media Sosial

Seberapa sering Anda harus memposting konten di media sosial? Setiap hari, seminggu sekali, atau tidak tentu? Tidak ada rumus atau formula pakem dalam seberapa sering Anda melakukan posting. Tapi, ada baiknya Anda menyusun jadwal konten di media sosial.

Unggahan konten yang menarik dan reguler tentu saja akan menciptakan engagement yang lebih erat dengan pengguna media sosial. Apalagi bila konten yang Anda buat merupakan produk atau jasa yang Anda geluti. Hubungan yang erat akan dapat memberikan banyak keuntungan. Dengan demikian, membuat jadwal untuk melakukan unggahan konten ke media sosial merupakan cara terbaik untuk tetap mempertahankan pemasaran di media yang masif tersebut.

Menyusun jadwal konten media sosial memerlukan strategi tertentu agar lebih efektif. Nah, berikut adalah beberapa tips dalam menyusun konten di media sosial.

 

Pahami Jenis Media Sosial

Sebelum menentukan kapan dan seberapa sering konten diunggah, hal pertama yang perlu dilakukan adalah memahami media sosial mana yang sesuai dengan jenis brand atau bisnis Anda. Hal ini penting karena setiap platform media sosial memiliki keunikan dan karakternya masing-masing.

Seperti halnya Facebook, dengan jumlah pengguna media sosial terbesar. Tentunya Facebook memiliki manfaat untuk menjangkau konsumen jumlah besar melalui unggahan konten iklan. Frekuensi konten yang dapat diunggah bisa berjumlah sekitar 1-2 kali sehari. Lain halnya dengan Instagram yang memiliki manfaat untuk mengunggah konten visual yang menarik untuk menggambarkan apa yang terjadi di balik bisnis sehingga merek atau produk dapat berinteraksi lebih dekat dengan pengguna. Frekuensi konten bisa dilakukan 1 kali sehari. Selain itu, Twitter juga memiliki keunikan tersendiri dimana perusahaan dapat merespon dan terhubung dengan konsumen secara lebih cepat dan intens. Frekuensi konten dapat dilakukan 5 kali sehari.

Konsisten Sesuai Jadwal Konten

Yang terpenting dalam mengunggah konten ke media sosial adalah melakukannya secara konsisten. Setelah memutuskan jenis media sosial yang digunakan, kini saatnya untuk membagi waktu. Anda tidak perlu mengunggah konten setiap saat, karena jumlah frekuensi konten tidak menentukan kesuksesan pemasaran di media sosial. Buatlah rencana pengunggahan yang sesuai dengan produk dan sasaran pasar. Kemudian, pastikan rencana tersebut berjalan dengan konsisten.

Kualitas

Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah kualitas dan manfaat konten tersebut. Tidak ada gunanya mengunggah konten secara konsisten, namun konten yang diunggah tidak berkualitas dan tidak bermanfaat. Konten yang tidak berkualitas dan tidak memberi suatu nilai tertentu malah menurunkan minat konsumen dan kemungkinan besar akan mengurangi jumlah followers.

Scott Stratten, President of UnMarketing, menyatakan bahwa “Jika Anda mengunggah sesuatu yang tidak relevan, tidak berarti, dan buruk di media sosial, maka ketertarikan pengguna akan menurun. Sedangkan, jika Anda mengunggah sesuatu yang menarik dan berguna, maka minat pengguna akan meningkat dengan cepat”.

Kalender Editorial = Jadwal Konten

Setelah mengetahui pentingnya unggahan konten secara reguler, kini saatnya untuk menyusun jadwal pengunggahannya di media sosial atau umum disebut kalender editorial. Kalender editorial adalah tools yang digunakan untuk mengontrol seluruh jenis publikasi konten dalam berbagai media, seperti koran, majalah, blog, e-mail marketing, dan media sosial. Kalender editorial mengatur jadwal publish beragam konten yang Anda buat. Tools ini biasanya digunakan oleh blogger, penerbit, grup, atau pengelola bisnis.

Buatlah kalender editorial dengan jadwal unggahan per bulan atau per minggu di mana Anda dapat melihat jadwal unggahan per hari, jenis media sosial yang akan digunakan, dan isi dari konten tersebut, misalnya foto atau caption yang akan ditulis. Pastikan jadwal ini dikombinasikan dengan apa yang sedang dilakukan di perusahaan dan rencana pemasaran perusahaan.

Kalender editorial berfungsi memantau dan mengontrol apa yang akan dipublikasikan, dan menjadi komponen penting untuk mengelola berjalannya seluruh program marketing yang dilakukan.

Prinsip Kalender Editorial

Pada prinsipnya, kalender editorial menjadi penting dalam content marketing karena hal-hal berikut ini.

  • Membuat perencanaan waktu.
  • Membuat dan mengedit beragam konten berdasarkan jadwal yang telah dibuat.
  • Menghadirkan konten secara rutin dengan tema dan topik yang berbeda-beda.
  • Membantu dalam mengatur pemasaran konten.
  • Mengontrol distribusi konten di berbagai bentuk media publikasi dan mempermudah Anda dalam menganalisis perkembangannya.
  • Mempermudah ketika menyusun laporan performance dari postingan Anda.

Pembuatan kalender editorial bergantung pada tujuan bisnis, sumber daya yang tersedia, jenis perusahaan/bisnis, workflow konten, format content, platform media publikasi, dan jumlah konten. Meskipun demikian, ini hal-hal dasar yang sebaiknya ada dalam kalender editorial:

  • Tanggal pembuatan dan publikasi konten.
  • Topik atau judul dari konten.
  • Kata kunci atau keyword dan kategori konten.
  • Penulis konten.
  • Pemilik ide/konten–yang bertanggung jawab untuk memastikan konten tersebut berasal dari mana.
  • Status isi.

Sementara itu, format konten bisa berupa artikel, video, podcast, infographic, foto, meme, komik dan sebagainya. Untuk mendapatkan target viewer yang lebih banyak dari konten yang Anda buat, publikasikan sebuah tema/topik konten dalam media publish yang berbeda dengan dengan sedikit perubahan format konten. Hal ini berguna untuk menjaga umur konten. Ketika viewers mencari sesuatu, mereka akan menemukan konten yang Anda buat, dalam berbagai bentuk/format.

Salah satu bagian yang paling menantang ketika membangun strategi content marketing berdasar kalender editorial adalah memastikan Anda memiliki cukup ide yang relevan untuk mengisi semua jadwal tersebut. Tabungan konten-konten berkualitas tentu diperlukan untuk hal ini. Dari mana dapat ide yang banyak untuk membuat beragam konten?

Rahasia Kalender Editorial

Kalender editorial pun dapat digunakan untuk mencari ide dan topik untuk konten Anda. Gunakan kalender editorial untuk menganalisis topik apa yang lebih banyak dibahas; topik apa yang pernah dibahas, tetapi belum mendetail dan sebagainya. Tulis daftar ide-ide tersebut di tab baru dalam kalender editorial agar Anda mudah mencarinya ketika membutuhkan referensi dan inspirasi topik atau bahan diskusi.

Saat ini, sudah banyak template kalender editorial yang bisa Anda download gratis di internet. Banyak juga tools terintegrasi yang bisa membantu mengelola proses editorial. Namun, jika Anda ingin membuat sendiri template kalender editorialnya, sah-sah saja. Salah satunya cukup membuat kalender editorial dengan spreadsheet Excel sederhana atau Google sheet.

Tidak ada template yang lebih unggul. Jangan terlalu lama memilih dan membuat kalender editorial. Spreadsheet sederhana saja bisa menjadi acuan Anda menjalankan strategi sesuai kalender editorial.

Memulai sesuatu yang baru bisa jadi hal sulit untuk dilakukan, termasuk membuat kalender editorial. Tapi, tenang. Anda tidak perlu bingung, Anda bisa mengatur kalender editorial mulai dari fase Anda membuat sebuah konten. Misalnya, menulis artikel. Perhitungkan berapa banyak waktu yang Anda butuhkan untuk menulis sebuah artikel. Dari situlah Anda bisa mengisi bagian-bagian dalam kalender editorial yang masih kosong. Satu hal yang perlu digarisbawahi ialah pastikan proses pembuatan sebuah content tidak mengganggu proses penjualan brand Anda.

 

Contact Us

Website     : dmc-indonesia.com

Instagram : @dmccomm_id