Memaknai Kinerja Ekonomi Keberlanjutan

Kinerja keberlanjutan perusahaan pada laporan keberlanjutan sangat penting bagi perusahaan dalam mempertanggungjawabkan bisnisnya. Pertanggungjawaban tersebut tidak hanya ditujukan kepada pemegang saham, melainkan juga kepada publik yang berkaitan dengan kepedulian sosial dan pelestarian lingkungan. Tak kalah penting, pertanggungjawaban itu berpotensi menarik minat investor agar mau berinvestasi. Hal ini penting karena saat ini tren investor tidak hanya melihat laporan kinerja ekonomi saja. Tetapi juga, bagaimana perusahaan dapat menjaga keberlangsungan bisnisnya di masa depan. Investor akan menilai kinerja ekonomi keberlanjutan suatu perusahaan dalam laporan berkelanjutan.

Berkelanjutan dan berkesinambungan memiliki makna positif bagi perusahaan. Sudah banyak perusahaan kelas dunia yang memposisikan tujuan dan sasarannya yang berkelanjutan. Dengan kata lain, tujuan jangka panjang menjadi fokus perhatian dibandingkan tujuan jangka pendek atau sesaat, terkecuali dalam kondisi terdesak tertentu.Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendefinisikan pengembangan berkelanjutan sebagai “pengembangan yang dapat memenuhi kebutuhan yang ada saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi penerus untuk memenuhi kebutuhan mereka di masa depan”.

Definisi Keberlanjutan Perusahaan Menurut Para Ahli

Perusahaan-perusahaan terdepan di dunia dalam keberlanjutan adalah perusahaan yang telah melakukan paling banyak upaya untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan, masyarakat, dan ekonomi, serta meningkatkan dampak positif yang dapat mereka ciptakan. Menurut Ratnawati (2007), keberlanjutan perusahaan dapat terlihat dari tingkat penjualannya yang meningkat dan bagaimana dukungan aset terhadap peningkatan penjualan serta bagaimana dana yang tersedia (berupa current liabilities, debt, retained earnings, dan new sales) terhadap pertumbuhan aset. Sementara itu, Hendriyeni (2014) menyatakan, bisnis berkelanjutan adalah bisnis yang memastikan bahwa semua aktivitas dan proses produksinya mempertimbangkan kondisi sosial (people) dan lingkungan (planet), dan tetap memperoleh keuntungan (profit). 

Singkatnya, pada masa sekarang ini, perusahaan tidak hanya diwajibkan mencapai tujuan secara ekonomi, tetapi juga dituntut untuk berpartisipasi aktif dalam pengelolaan lingkungan dan memperhatikan kesejahteraan masyarakat. Dalam penyusunan laporan berkelanjutan, misalnya, perusahaan boleh-boleh saja mencantumkan pertumbuhan dalam kinerja ekonomi, seperti pendapatan bersih yang meningkat. Dari pendapatan bersih tersebut, perusahaan mendistribusikan sebagian nilainya ke berbegai pihak, seperti pegawai, pemerintah, dan masyarakat dalam bentuk kegiatan CSR. Lebih bagus lagi, nilainya terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal-hal seperti inilah yang menjadi tambahan daya tarik stakeholder dalam menilai kinerja ekonomi berkelanjutan suatu perusahaan.

Contact Us

Instagram @dmccomm_id

Website dmc-indonesia.com