Konten Organik Sudah ‘Mati’, Benarkah?

Apakah konten organik sudah benar-benar ‘mati’? Pertanyaan ini kerap mengemuka seiring makin populernya (iklan) ads di media sosial. Tapi, benarkah konten jenis ini sudah ‘mati’?

 

Platform seperti Facebook, Instagram, LinkedIn, dan yang terbaru, Tik Tok membantu menghubungkan pelanggan potensial ke merk dan meningkatkan prospek serta penjualan Anda. Dengan jumlah pengguna di semua platform sosial yang bertambah setiap hari, semakin sulit untuk muncul secara organik di hadapan target pelanggan ideal Anda, yang berarti bahwa pemasaran konten berbayar harus menjadi bagian penting dari strategi pemasaran bisnis Anda. Imbasnya, popularitas konten organik merosot. Menurut penelitian, jangkauan organik untuk halaman bermerk pada tahun 2015 mencapai titik terendah sepanjang masa sekitar 2%. 

Menurut data Facebook, lebih dari satu miliar orang melihat iklan melalui Audience Network setiap bulan. Pada 2018, rata-rata waktu yang dihabiskan di Facebook setiap hari oleh pengguna di Amerika Serikat (AS) adalah 38 menit. Artinya, ‘Beranda’ menjadi sangat kompetitif di antara bisnis. Memang benar, jangkauan organik menurun. Tapi, hanya mendasarkan pada jangkauan merupakan pendekatan yang sangat sempit. Menjangkau ribuan orang tidak berarti bahwa pengguna media sosial akan terlibat dengan konten Anda atau mengambil suatu tindakan dari posting-an Anda. Memahami audience dan apa yang membuat mereka bertindak masih jauh lebih penting. Konten yang memiliki nilai-nilai atau menginspirasi lebih dinantikan, dicari serta diingat oleh audience.

 

Konten Organik Tidak boleh Dilupakan

Berikut ini alasan kenapa konten organik tidak boleh dilupakan begitu saja:

  • Strategi pemasaran organik membawa pelanggan secara alami ke bisnis Anda dari waktu ke waktu. Ini adalah pemasaran konten jangka panjang untuk membangun kepercayaan audience yang lebih besar terhadap merk Anda. 
  • Konten organik yang efektif menciptakan sumber lalu lintas (traffic) permanen untuk bisnis Anda.

 

Jika ingin menghabiskan anggaran iklan, Anda juga dapat memanfaatkan konten organik sebagai tahap ‘pengujian’ untuk brand awareness campaign. Jika audience tidak merespons, maka itu tidak layak untuk dipromosikan. Sebaliknya, bila mereka merespon, Anda bisa menambahkan beberapa anggaran dan jangkauan sehingga keterlibatan terhadap konten Anda akan meroket.

 

Contact Us

Instagram @dmccomm_id

Website dmc-indonesia.com