Apa Saja Isi Laporan Direksi Dalam Annual Report

Salah satu bagian dalam laporan tahunan yang cukup banyak menyita perhatian adalah laporan direksi. Mengapa demikian?

Sebelum mengetahui mengapa menarik perhatian sebagian orang, ada baiknya kita memahami siapa itu direksi. Direksi adalah organ perseroan yang menyampaikan laporan tahunan kepada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) setelah ditelaah oleh dewan komisaris. Pada RUPS, laporan tahunan kemudian diperiksa oleh pemegang saham sebagaimana diatur dalam Pasal 67 ayat (1) UU PT. Selanjutnya, RUPS akan memberikan persetujuan laporan tahunan, termasuk pengesahan laporan keuangan serta laporan tugas pengawasan dewan komisaris.

Umumnya, laporan direksi berisikan informasi mengenai kebijakan-kebijakan strategis perusahaan dalam satu tahun kalender. Direksi sendiri dapat diartikan sebagai organ perusahaan atau organisasi yang menjalankan pengurusan perusahaan atau organisasi sesuai dengan maksud dan tujuannya. Tugas pengurusan tersebut dilakukan oleh direksi dengan mengambil kebijakan-kebijakan yang dianggap tepat dan beriktikad baik (business judgement rule). Khusus dalam perseroan terbatas (PT), berpegang pada batas-batas yang ditentukan oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan terbatas (UU Perseroan Terbatas). Selain UU itu, direksi juga berpedoman pada Anggaran Dasar Perseroan.

 

Hal-Hal yang Perlu Dicantumkan Dalam Laporan Direksi

Dewan direksi memiliki peranan yang sangat vital dalam suatu perusahaan. Selain itu juga memiliki kuasa yang besar dalam mengelola segala sumber daya yang ada dalam perusahaan serta memiliki tugas untuk menentukan arah kebijakan dan strategi sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan, baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek. Meski memiliki ‘power’ yang besar, dewan direksi harus memberikan laporannya sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban terhadap ‘power’ yang dimilikinya tersebut. Sebagian perusahaan menyebutkannya dengan menggunakan kata ‘sambutan’. Mengenai hal ini, ada baiknya penggunaan kata ‘sambutan’ dihindari karena kata ‘sambutan’ dalam buku laporan tahunan hanya bersifat pengantar saja dan kurang tegas. Sebaliknya, kata ‘laporan’ lebih mengesankan keterbukaan dan pertanggungjawaban. 

 

Dalam laporan direksi, biasanya tertera sekilas situasi terkini mengenai keadaan perusahaan. Pimpinan perusahaan kemudian dapat memberi gambaran umum tentang implementasi kebijakan perusahaan selama setahun terakhir. Penerapan kebijakan tersebut tak hanya berpengaruh terhadap kondisi perusahaan saat laporan tahunan dibuat, tapi juga prospek serta rencana bisnis perusahaan ke depan. Lalu, direksi akan memaparkan latar belakang dilakukannya sebuah aksi korporasi dalam laporannya. Pimpinan perusahaan juga bisa menjelaskan mengenai bagaimana pencapaian di tahun berjalan dan tantangan apa saja yang saat ini sedang dihadapi oleh perusahaan ke depannya Selain itu, laporan direksi juga bisa bermaterikan langkah-langkah strategis yang akan ditempuh oleh perusahaan di masa datang. 

 

Dalam laporan direksi juga harus dilaporkan bila ada perubahan komposisi anggota direksi. Tambah pula, bila ada alasan perubahan tersebut, maka juga harus disampaikan dalam laporan direksi. Dalam penyusunannya juga perlu diupayakan keselarasannya dengan laporan komisaris. Namun juga tidak boleh sama persis. Selain itu, untuk memperkuat keabsahan laporan direksi perlu dicantumkan lembar tanda tangan dari masing-masing direksi yang menyatakan keabsahan informasi yang disajikan dalam laporan tahunan sebuah perusahaan. Bila ada yang tidak bersedia menandatangani laporan tahunan, maka harus menyebutkan alasannya secara tertulis. 

 

Contact Us

Instagram @dmccomm_id

Website dmc-indonesia.com