Awas, Ini Masalah Komunikasi yang Sering Dialami oleh Perusahaan

Masalah komunikasi sering dianggap remeh dalam menjalin hubungan kerja di dalam perusahaan. Padahal, konflik yang terjadi sering bermula dari gesekan yang bersumber pada komunikasi. Apa saja masalah komunikasi yang sering terjadi dalam perusahaan?

Masalah Pribadi

Lingkungan kerja terdiri dari orang-orang yang memiliki beragam pola pikir, karakter, kepribadian dan sebagainya. Berbagai perbedaan ini tentu berpotensi untuk menimbulkan konflik. Tidak jarang, gesekan yang muncul bukan berdasarkan aspek profesionalitas, melainkan pribadi dari masing-masing individu. 

Nilai dan budaya perusahaan berperan untuk meminimalisir potensi masalah pribadi menjadi konflik. Nilai perusahaan yang tertanam kuat akan menjadi budaya perusahaan. Maka, internalisasi nilai perusahaan vital agar setiap individu dalam perusahaan memiliki cara pandang, sikap, dan perilaku yang relatif identik dengan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Internalisasi ini bisa dimulai dengan aktivitas komunikasi yang terjalin baik di dalam perusahaan tersebut.

Tidak Menjadi Pendengar yang ‘Baik’

Wajar bila ada sejumlah individu yang kerap menunjukkan kapasitas atau kompetensinya di depan rekan-rekan kerjanya dalam perusahaan. Namun, bila ini sudah mengarah kepada dominasi, maka dapat berdampak buruk bagi perusahaan. Hal ini karena dominasi umumnya membatasi yang lain untuk memberi kontribusi, meskipun untuk hal-hal kecil, seperti mengemukakan pendapat dalam rapat.

Individu yang bukan pendengar ‘baik’ ini merupakan termasuk masalah komunikasi. Mendengarkan adalah faktor penting dalam berkomunikasi. Dengan mendengarkan, maka setiap orang dapat mendapat informasi, tanggapan, atau sudut pandang beragam terhadap suatu isu. Dengan begitu, pengambilan keputusan akan lebih objektif.

Salah Persepsi

Tidak semua individu dalam perusahaan memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. Bila pesan-pesan komunikasi tidak terdistribusi dengan baik, maka ada potensi salah persepsi. Persepsi yang salah ini tentu dapat menyebabkan suatu informasi menjadi bias atau keliru. Informasi yang bias atau keliru ini dapat berdampak lebih buruk bagi perusahaan, misalnya kepala bagian yang salah menafsirkan kebijakan top management tentang pengaturan jadwal shift kerja.  

Demikianlah masalah komunikasi yang kerap terjadi di perusahaan. Sebelum masalah tersebut menjadi besar, sebaiknya bicarakan dengan baik bersama rekan kerja Anda.

Contact Us

Instagram @dmccomm_id

Website dmc-indonesia.com