Peran Sumber Daya Manusia Tergambarkan dalam Laporan Keberlanjutan

Bagaimana perusahaan menilai peran sumber daya manusia (SDM) yang dimilikinya? Apakah perusahaan menilai SDM yang dimilikinya sebagai aset terpenting, hanya salah satu faktor produksi, atau lainnya? Jawabannya bisa diketahui melalui laporan keberlanjutan (sustainability report).

 

SDM sebagai aset, misalnya, maka perusahaan akan menerapkan kebijakan pengembangan SDM yang bertujuan untuk mendukung karyawan bekerja secara produktif. Tak sekadar produktif, kebijakan tersebut akan senantiasa dievaluasi demi perbaikan terus-menerus. Jenjang karier, penilaian, remunerasi, bonus dan lain-lainnya tersampaikan dengan jelas. 

Intinya, dalam laporan keberlanjutan, bagaimana perusahaan mengelola SDM sebaiknya tergambarkan dengan jelas. Pengelolaan SDM tersebut bisa dimulai dari perekrutan karyawan baru dan pergantian karyawan. Dalam kebijakannya, perusahaan mengedepankan prinsip kesetaraan dan diversitas sehingga proses perekrutan karyawan dapat berjalan secara profesional. Untuk memberikan manfaat lebih pada masyarakat lokal dalam mencapai kemandirian dan kemakmuran, perusahaan bisa juga merekut karyawan dari wilayah sekitar operasionalnya.

Variabel Sumber Daya Manusia

Tingkat perputaran karyawan juga perlu disampaikan. Lingkungan kerja yang kondusif dan nyaman bagi karyawan. misalnya, berkorelasi terhadap rendahnya perputaran karyawan yang mengundurkan diri. Pada tahun lalu, contoh berikutnya, terjadi penurunan karyawan yang mengundurkan diri lebih dari 30% dibandingkan tahun sebelumnya. 

Variabel-variabel lainnya yang berhubungan dengan tingkat perputaran karyawan juga perlu disampaikan, seperti loyalitas. Loyalitas karyawan mulai terbangun seiring internalisasi budaya perusahaan yang makin tertanam dalam diri karyawan. Kompensasi dan terbukanya kesempatan pengembangan bagi karyawan menambah faktor yang menyebabkan turunnya angka karyawan yang mengundurkan diri.

Bila perusahaan tidak berhasil menjaga tingkat perputaran karyawan sesuai target, maka perlu disampaikan faktor-faktor yang menyebabkannya. Perusahaan yang bergerak di industri penerbangan, misalnya, melaporkan pengurangan jumlah karyawannya akibat terdampak pandemi Covid-19 yang berkepanjangan. Langkah ini terpaksa diambil dengan mengedepankan win-win solution.

Dalam laporan keberlanjutan, perusahaan juga bisa mencantumkan komposisi karyawan berdasarkan kelompok usia, tingkat pendidikan, jenis kelamin dan sebagainya. Bila kelompok usia, misalnya, milenial meningkat jumlahnya, maka perlu dijelaskan mengapa hal itu bisa terjadi, misalnya seiring dengan perkembangan tren teknologi hingga lingkungan sekitar yang memerlukan SDM dengan karakter sesuai milenial.

Faktor keselamatan, kesehatan hingga fasilitas bagi karyawan bisa juga dimasukkan ke dalam laporan keberlanjutan untuk memperkaya cara pandang perusahaan terhadap peran sumber daya manusia (SDM) yang dimilikinya.

 

Contact Us

Instagram dmccomm_id

Website dmc-indonesia.com