RUPS, Apa Saja Jenis dan Tujuannya?

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terbagi menjadi dua jenis, yaitu RUPS tahunan dan RUPS luar biasa. RUPS tahunan artinya RUPS yang acara atau kegiatannya diadakan dalam kurun waktu setahun sekali atau paling lambat enam bulan dengan ketentuannya adalah setelah melewati periode tahun buku perusahaan. 

 

Sementara itu, RUPS luar biasa dilakukan sewaktu-waktu tergantung kebutuhan perusahaan. Biasanya, RUPS luar biasa diselenggarakan untuk membahas hal-hal krusial terkait dengan perusahaan yang membutuhkan persetujuan dari pemegang saham. Hal-hal krusial tersebut, misalnya perubahan nama, logo, kedudukan, pemegang komisaris atau hal lainnya. Dari segi waktu inilah, penyelenggaraan RUPS luar biasa berbeda dengan RUPS tahunan. Bila RUPS tahunan hanya setahun sekali, maka RUPS luar biasa bisa beberapa kali dalam setahun sesuai dengan kepentingan perusahaan.

Mengapa harus dilaksanakan RUPS luar biasa? Bukankah keputusan penting juga bisa dihasilkan melalui RUPS tahunan? Dinamika bisnis itu sedemikian cepat. Dinamika bisnis yang cepat menuntut perusahaan untuk berinovasi. Terkadang, perusahaan berlomba dengan waktu dalam berinovasi. Artinya, perubahan-perubahan yang terjadi perlu ditindaklanjuti secara cepat. Tindak lanjut berbagai perubahan tersebut membutuhkan persetujuan dari pemegang saham. Berdasarkan hal itulah perlunya digelar RUPS luar biasa.

‍Tujuan Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham

  • Laporan atas Kegiatan Perseroan

          Perseroan harus memberikan pelaporan kegiatan-kegiatannya selama kurun waktu satu tahun. nya. Hal ini bertujuan agar para penanam saham atau investor sama-sama bisa mengetahui dan mengecek secara langsung apakah dalam kondisi yang stabil atau

         tidak keuangan yang diinvestasikan pada perseroan terbatas.

  • Laporan Pelaksanaan

Untuk laporan pelaksanaan yang dimaksud di sini adalah laporan sebagai wujud tanggung jawab terhadap sosial dan lingkungan. Jadi dalam upaya pelaksanaan tugas atau kegiatan perseroan sudah sesuai dengan aturan dan tidak melanggar kesepakatan

yang telah dibuat.

  • Laporan Keuangan

          Laporan keuangan menjadi hal pokok bahkan menjadi poin inti dari diadakannya RUPS ini. Dari laporan keuangan ini bisa diketahui terkait laba atau rugi yang didapatkan oleh perseroan terbatas tersebut. Kemudian dari adanya laporan keuangan ini jadi 

          tahu mengenai perbandingan dengan tahun sebelumnya. Bukan hanya itu saja laporan keuangan harus mencakup semua transaksi yang pernah dilakukan. Apa saja? Mulai dari laporan perubahan modal, neraca akhir tahun, laporan arus kas dan catatan

          penting dari atasan harus tercantum pada laporan keuangan.

  • Gaji dan Tunjangan

          Untuk gaji dan tunjangan ini bukan yang dikeluarkan karyawan tapi lebih ke dewan komisaris dan anggota dewan direksi. Dari diselenggarakannya kegiatan RUPS jadi lebih terbuka mengenai gaji yang didapat oleh para anggota dewan tersebut.

  • Nama Dewan Komisaris dan Anggota Dewan Direksi

          Pembahasan tentang RUPS juga memutuskan siapa nama yang akan menduduki dewan komisaris dan menduduki anggota dewan direksi. Semua nama dewan dituliskan dan diketahui secara saksama dengan para investor agar jelas dewan yang bertanggung            jawab atas jalannya kegiatan perseroan terbatas.

  • Rincian Masalah yang Terjadi

          Dalam kegiatan yang dilakukan perseroan terbatas semuanya harus terbuka. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi. Dalam kegiatan RUPS masalah yang terjadi dan berpengaruh terhadap kegiatan usaha perseroan terbatas harus dilaporkan juga.

 

Contact Us

Instagram @dmccomm_id

Website dmc-indonesia.com