Tipe Konten dengan Engagement Rate Tinggi

Konten media sosial yang membuat followers terus mengikuti perkembangan brand adalah konten-konten yang memiliki engagement (keterlibatan) rate tinggi. Tapi, apakah semua tipe konten media sosial memiliki potensi engagement rate yang sama? Jawabannya tidak semua konten di media sosial memiliki engagement rate yang sama. Tipe konten media sosial tertentulah yang memiliki engagement rate tinggi.

 

Ahli statistik internet dan penulis tentang komunikasi digital, Avinash Kaushik, pernah menulis bahwa fitur interaksi media sosial terbagi menjadi tiga kategori:

  • Conversation: Aktivitas percakapan di antara pengguna.
  • Amplification: Aktivitas penyebaran atau perluasan pesan.
  • Applause: Aktivitas respon singkat lewat fitur, seperti like, love, emoji, sampai klik.

Tiga kategori itu diyakini sebagai elemen untuk mengukur rasio keterlibatan atau interaksi (engagement) dalam kegiatan di media sosial. Mengukur ketiga elemen di atas bisa jadi dasar untuk kita mengukur tingkat engagement di media sosial, yang mungkin lebih penting dari sekadar memantau pertumbuhan jumlah pengikut. Lantas, konten-konten tipe apa saja yang berpotensi memiliki engagement rate tinggi? Nah, berikut tipe-tipe yang dimaksud.

Engagement Rate Konten Hiburan

Secara psikologis, mayoritas orang suka dihibur. Kejenuhan yang ditimbulkan oleh rutinitas pekerjaan atau berbagai masalah pribadi sehari-hari yang sedang dihadapi seringkali membuat orang mengakses media sosial untuk menghibur diri. Konten-konten yang lucu biasanya merupakan jenis konten yang paling menghibur followers di media sosial.

Konten dengan kategori hiburan (entertainment) sebenarnya tidak memiliki dampak langsung terhadap bisnis Anda. Coba ingat kembali, apa itu media sosial? Secara harfiah, media sosial digunakan untuk bersosialisasi, bukan untuk berjualan atau berbisnis. Maka, wajar saja bila konten hiburan inilah yang sebenarnya paling pas untuk dibuat di media sosial. Konten bertipe ini memiliki kecenderungan untuk viral lebih tinggi dibandingkan tipe-tipe konten lainnya. Meme, giveaway, humor, nostalgia, atau kegiatan internal bersifat nonformal bisa termasuk tipe konten hiburan.

Engagement Rate Konten Inspirasi

Selain konten yang menghibur, jenis konten inspirasi bisa membuat followers media sosial rajin mengikuti akun media sosial tertentu. Setiap pribadi manusia tentu saja selalu memiliki masalah-masalah dalam kehidupannya sehari-hari. Berbagai masalah tersebut secara psikologis membuat banyak orang menjadi stres atau bahkan depresi. Biasanya, orang yang sedang memiliki masalah membutuhkan motivasi dan inspirasi. Konten-konten sederhana berupa teks quotes yang disajikan dalam bentuk gambar dua dimensi, misalnya, terbukti berhasil memiliki engagement rate yang tinggi dari followers akun media sosial tertentu.

Konten dengan tipe inspirasi kerap mengundang like dan komentar yang juga banyak karena biasanya konten seperti inilah yang bisa memperbaiki mood pembacanya untuk menyongsong hari dengan lebih cerah. Konten bertipe inspirasi ini tidak melulu harus berbentuk quote. Fakta-fakta menarik atau kisah inspiratif tokoh atau brand besar juga termasuk di dalamnya.

Percakapan

Konten dengan kategori percakapan (conversation) adalah konten yang bertujuan untuk memulai sebuah interaksi dengan audiens yang dimiliki dari sebuah akun media sosial. Komentar dari audiens merupakan sebuah keberhasilan ketika Anda sudah membuat konten media sosial dengan kategori percakapan. Tidak berhenti sampai di situ, Anda pun sebisa mungkin harus turut berinteraksi di kolom komentar. Hal ini berguna untuk menunjukan bahwa brand Anda tidak hanya berbicara kepada audiens, tetapi juga turut mendengarkan dan merespon pendapat-pendapat dari para audiens tersebut. Tipe konten ini mencakup pengajuan pertanyaan, fill in blanks atau “isilah titik-titik berikut”, dan meminta audiens untuk memilih atau polling.

Informasi

Konten-konten yang sifatnya informatif biasanya juga disukai banyak orang. Selain itu juga memiliki engagement rate yang tinggi. Konten yang informatif bisa berupa konten yang menyajikan berita-berita terkini, terkait dengan artikel sampai dengan infografis yang menyajikan data statistik tentang topik tertentu.

Edukasi

Pada konten edukasi, Anda diharuskan memberikan sesuatu yang bermanfaat dan bisa dipelajari secara langsung oleh audiens Anda di media sosial. Tujuan dari pembuatan konten dengan tipe ini adalah untuk meningkatkan kepercayaan sebuah brand di mata audiens mereka. Apabila sebuah brand bergerak di bidang makanan cepat saji, maka brand tersebut harus bisa memposisikan diri mereka sebagai ahli di bidang makanan cepat saji. Untuk mewujudkan hal tersebut, brand tersebut harus bisa memberikan edukasi-edukasi khusus yang berhubungan dengan produk yang dimiliki. Seringkali, konten tipe informasi dan edukasi berbaur menjadi satu postingan di media sosial. Konten edukasi meliputi tips dan trik atau cara melakukan sesuatu (how to). Selain itu, konten tutorial juga menarik dan dapat dibuat baik dalam bentuk tulisan, gambar, atau video.

Promosi

Kategori konten yang terakhir adalah promosi (promotion). Tentu saja konten promosi ini perlu Anda buat sebagai media untuk memperkenalkan produk atau jasa yang ingin ditawarkan. Konten promosi ini sendiri biasanya dibuat secara hard selling maupun soft selling.

Promosi langsung biasanya berisikan konten yang langsung to the point menjelaskan produk atau jasa yang Anda tawarkan. Sedangkan promosi tak langsung akan membicarakan hal lain terlebih dahulu, di mana pada akhirnya produk atau jasa Anda yang menjadi solusi dari hal tersebut. Untuk lebih jelasnya, Konten bertipe promosi antara lain program promo, kuis berhadiah, konten dengan call to action, hingga testimoni dari klien.

Konten promosi berupa kuis merupakan cara yang sangat efektif untuk meningkatkan keterlibatan di media sosial. Kuis dapat berupa hadiah gratis, penawaran khusus yang untuk followers yang memberikan like atau share untuk memenangkan hadiah. Dengan kata lain, kuis adalah cara yang fantastis untuk menyebarkan awareness dan memperluas jangkauan brand Anda.

Jadi, engagement media sosial sangat berkaitan erat dengan tipe konten yang akan Anda bagikan. Sebagai brand, cobalah untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan untuk menemukan formula yang cocok dan relevan.

Seiring itu, selain mengoptimalkan media sosial, sebaiknya Anda juga memanfaatkan platform digital seperti e-mail marketing untuk meningkatkan keterlibatan audiens dengan cara yang lebih privat dan personal.

Yang jelas social media engagement adalah hal penting bagi banyak brand. Sebagian besar brand juga mengerti betapa pentingnya peran media sosial untuk tetap terhubung dengan pelanggan. Namun, banyak yang meremehkan nilai engagement. Jika kamu jarang meluangkan waktu untuk berinteraksi dengan pengikut saat ini dan yang potensial, kamu kehilangan kesempatan untuk meningkatkan engagement media sosial Anda.

 

 

Contact Us
Website     : dmc-indonesia.com

Instagram : @dmccomm_id