Unjuk Gigi di Kancah Internasional, Perusahaan Indonesia Kerap Raih LACP Award

Pemenang LACP Award

Pertama kali digelar pada tahun 2001, telah banyak perusahaan, organisasi, atau lembaga asal Indonesia yang meraih Intenational Annual Report Competition oleh League of American Communications Professionals LLC (LACP). Ajang ini kerap disebut Vision Awards atau LACP Award. Hal ini membuktikan bahwa kualitas laporan tahunan sejumlah perusahaan, organisasi, atau lembaga asal Indonesia diakui dunia. Berikut ini sederet pemenang LACP Award asal Indonesia. 

Salah satu perusahaan yang pernah meraihnya adalah PT IPC Terminal Petikemas. IPC Terminal Petikemas meraih penghargaan Gold Winner dan laporan tahunan mereka berada di peringkat ke-58 Top 100 Worldwide pada ajang LACP Vision Awards 2019/2020. Perusahaan ini termasuk dalam kategori Transportasi dan Logistik.  

Lalu, ada pula PTP Multipurpose yang kembali berhasil meraih penghargaan LACP Vision Awards 2019/2020. Pada ajang tersebut, laporan tahunan PTP Multipurpose menempati peringkat ke-25 dari Top 100 Worldwide. Pada tahun sebelumnya, PTP Multipurpose meraih peringkat ke-26. 

Mundur ke belakang, catatan manis juga diraih oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Laporan tahun PGN tahun 2018 mendapat predikat Platinum Winner Worldwide dari LACP. PGN juga memperoleh penghargaan atas Sustainibility Report tahun 2018. Sebagai Gold Winner, PGN telah membuktikan komitmennya dalam melaksanakan Good Corporate Governance (GCG) dan mendapatkan score GCG sebesar 94,68 di tahun 2018. Selain kedua penghargaan tersebut, PGN juga mendapatkan penghargaan Most Improved Report Worldwide, Top 10 Reports Indonesia, Most Improved Report Asia Pacific Region, dan Top 50 Reports Asia Pacific Region.

Perusahaan Indonesia Pemenang LACP Award

Garuda Indonesia tak mau ketinggalan. Laporan tahunan Garuda Indonesia 2010: Ready for the Next Journey telah memenangkan 2010/11 Vision Awards Annual Report Competition dengan predikat Premium untuk kategori Aerospace & Defense dari LACP.

Secara keseluruhan, Garuda Indonesia berhasil memenangkan tiga kategori, yakni juara pertama Top 100 Worldwide (overall Platinum Award), juara pertama kategori Aerospace & Defence (Platinum Award), dan Special Achievement Award: The Most Engaging Annual Report Worldwide.

Masih banyak perusahaan, organisasi, atau lembaga Indonesia yang menjadi pemenang dalam Intenational Annual Report Competition. Pencapaian ini adalah bentuk pengakuan International atas komitmen implementasi Good Corporate Governance (GCG) oleh perusahaan, organisasi, atau lembaga Indonesia. 

 

Contact Us

Instagram @dmccomm_id

Website dmc-indonesia.com

 

Apa Itu LACP Award?

LACP Award

Selain Annual Report Award (ARA), perusahaan, organisasi, atau lembaga asal Indonesia juga bisa mengikuti ajang serupa yang berskala internasional. Salah satunya yang dikenal luas adalah LACP Award/Vision Awards.

Vision Awards atau LACP Award atau Intenational Annual Report Competition adalah kompetisi laporan tahunan yang diikuti oleh perusahaan-perusahaan yang bersaing di kancah internasional. Kompetisi ini merupakan bentuk pengakuan dan penghargaan internasional terhadap laporan tahunan yang berkualitas dan memiliki keunggulan dari seluruh dunia.

LACP Award diinisiasi oleh Intenational Annual Report Competition oleh League of American Communications Professionals LLC (LACP). LACP Award diadakan sejak tahun 2001 dan telah diikuti oleh perusahaan-perusahaan dari seluruh dunia untuk menunjukkan kemampuan, terutama dari laporan tahunannya. Kompetisi ini juga diikuti oleh perusahaan-perusahaan bertaraf internasional yang termasuk di dalam Top 10 Fortune.

Semua peserta diwajibkan untuk mengikuti Kompetisi Umum (General Competition). Di sinilah inti dari penjurian berlangsung, terutama di antara organisasi dengan ukuran dan sarana yang sama. Jika sebuah perusahaan yakin memiliki kelebihan di salah satu kategori pencapaian lainnya (misalnya Most Creative, Most Improved), maka perusahaan tersebut dapat mengikuti kompetisi terpisah dan bersaing dengan para peserta lain hanya di kriteria tunggal kategori itu.

Kriteria Pendaftaran LACP Award

LACP atau Vision Awards merupakan sebuah ajang prestius. Sembilan dari 10 besar perusahaan Fortune 500 tercatat pada kompetisi tersebut. Pada Vision Awards 2020/2021, ada 44 industri yang bisa berpartisipasi di dalamnya. Kompetisi ini terbuka bagi perusahaan atau organisasi dari negara manapun, baik yang berorientasi komersial, nirlaba, lembaga pendidikan, atau entitas pemerintah.

Vision Awards 2020/21 menyediakan platform bagi para profesional komunikasi untuk menunjukkan nilai yang mereka berikan kepada organisasi dan klien mereka. Kompetisi ini adalah kesempatan untuk memvalidasi pekerjaan sumber daya manusia dalam organisasi yang berkualitas tinggi di salah satu forum kompetisi bergengsi di dunia.

Tertarik mengikutinya? Bila perusahaan Anda tertarik mengikuti Vision Awards 2020/21, cara mendaftarnya cukup mudah, yakni

  1. Buatlah laporan tahunan dengan baik
  2. Lengkapi formulir pendaftaran
  3. Kirimkan pendaftaran melalui email

Info lengkapnya dapat dilihat di https://www.lacp.com/annual-report-awards. Pengumuman pemenang Vision Awards 2020/2021 akan berlangsung pada Februari 2022.

Baca juga : Apa Itu Annual Report Award (ARA)

 

Contact Us

Instagram        : @dmccomm_id

Website           : dmc-indonesia.com

 

 

Ini Dia Kriteria ARA

kriteria ARA

Annual Report Award (ARA) merupakan kompetisi tahunan yang diselenggarakan atas kerja sama antara Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian BUMN, Direktorat Jenderal Pajak, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, dan Ikatan Akuntan Indonesia. Meski terbuka umum, ada beberapa kriteria untuk bisa mengikuti ARA.

 

Berdasarkan aturan SK Sekmen BUMN No. 16 Tahun 2016 tentang Indikator atau Parameter Penilaian dan Evaluasi Atas Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik, PSAK, Asean Corporate Govenrnace Scorecard, dan International Best Practices, kriteria penilaian  ARA dibagi mejadi delapan kategori, yakni

  • Umum (2%)
  • Ikhtisar Data Keuangan Penting (5%)
  • Laporan Dewan Komisaris dan Direksi (3%)
  • Profil Perusahaan (8%)
  • Analisa dan Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan (22%)
  • Good Corporate Governance (35%)
  • Informasi Keuangan (20%)
  • Lain – lain (5%)

Aspek Penilaian Kriteria ARA 2018

Pada ARA 2018, terdapat pembaruan kriteria penilaian dengan menambahkan beberapa elemen dalam poin tanggung jawab sosial atau corporate sosial responsibility (CSR) perusahaan. Sejumlah penambahan aspek penilaian pada ARA 2018 adalah:

  • Uraian CSR terkait Tata Kelola Tanggung Jawab Sosial
  • Penjabaran CSR terkait HAM
  • Penjelasan mengenai CSR terkait Operasi yang adil

Lebih rinci, kriteria ARA tahun laporan 2018 adalah sebagai berikut:

ASPEK PENILAIAN KRITERIA UMUM

  1. Umum     
  2. Ikhtisar Data Keuangan Penting 
  3. Laporan Dewan Komisaris dan Direksi     
  4. Profil Perusahaan     
  5. Analisa dan Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan 
  6. Good Corporate Governance 
  7. Informasi Keuangan 

 

ASPEK PENILAIAN KRITERIA DANA PENSIUN

  1. Umum 
  2. Ikhtisar Data Keuangan Penting 
  3. Laporan Dewan Pengawas dan Pengurus/Plt Pengurus 
  4. Profil Dana Pensiun 
  5. Analisa dan Pembahasan Manajamen atas Kinerja Dana Pensiun 
  6. Tata Kelola Dana Pensiun 
  7. Informasi Keuangan

 

Penilaian ARA 2018 menggunakan sistem pakar untuk penilaian laporan tahunan. Hal ini berbeda dengan penilaian ARA pada tahun-tahun sebelumnya. Cara kerja sistem pakar yaitu peserta akan meng-input data ke dalam aplikasi. Lalu, terjadi proses saling tanya-jawab antara peserta dengan sistem pakar sehingga memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan feedback dan pengarahan dalam menyajikan data yang tepat. Sistem ini diharapkan dapat mempercepat proses penilaian dan meningkatkan konsistensi penilaian.

 

Contact Us

Instagram @dmccomm_id

Website dmc-indonesia.com

 

Apa yang Membuat Sebuah Perusahaan Jadi Langganan Juara Umum ARA?

pemenang ARA

Sejak pertama kali digelar tahun 2002, telah banyak perusahaan, organisasi, atau lembaga yang menjadi terbaik dalam ajang Annual Report Award (ARA). Dari sekian banyak perusahaan, organisasi, atau lembaga tersebut, hanya segelintir saja yang termasuk langganan juara umum ARA. Apa yang membuatnya jadi langganan juara umum atau pemenang ARA?

 

Salah satu perusahaan yang sering keluar sebagai juara umum dalam ARA adalah PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau ANTAM. Tercatat, lebih dari sekali ANTAM keluar sebagai juara umum ARA.

Lazimnya, ketika sebuah perusahaan tersebut mengikuti ARA dan berorientasi untuk menang ARA, pada saat yang sama mereka pun compliance dengan kriteria atau parameter ARA. Selain itu, secara tidak langsung, perusahaan tersebut juga meningkatkan disclosure–yang merupakan salah satu prinsip GCG–ke dalam laporan tahunan mereka.

Menurut Hendy M. Fakhrudin–yang pernah terlibat dalam penyusunan laporan tahunan ANTAM saat menjadi juara umum ARA tahun 2014, project management dalam pembuatan laporan tahunan sangat penting. Project management yang dimaksudnya harus jelas mulai, akhir, jadwal, dan ketua proyeknya.

Tanpa project management yang baik, kata Hendy, ending-nya adalah akan ada orang-orang yang terpaksa lembur untuk menyelesaikan laporan tahunan tersebut sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan. Hasilnya pun tidak akan sempurna bahkan bisa failed karena menyusun laporan tahunan itu tidak mudah.

Teknis Menjadi Pemenang ARA

Untuk soal teknis, tambahnya, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah kelengkapan. Ada parameter-parameter yang harus dipenuhi dalam ARA, contohnya apakah di perusahaan itu ada suksesi direksi? Kalau memang tidak ada, tidak boleh diada-adakan.

Hal berikutnya adalah tentang kedalaman. Hendy mengungkapkan, kedalaman ini bisa berbeda-beda, misalnya tentang risk mangement. Bagi perusahaan yang penerapannya bagus, maka akan mengungkapkannya lebih dalam dan detil.

Ketiga, pria yang pernah menjadi juri ARA pada tahun 2012 menjelaskan, ARA juga berbicara tentang ketepatan. Dari parameter-parameter ARA itu jelas ada hal-hal yang diminta untuk dijelaskan. Jika pertanyaannya tentang komite nominasi renumerasi, misalnya, maka jawabannya harus tentang hal tersebut. Jangan menjawab dengan hal yang lain.

Terakhir, best practice. Artinya, perusahaan-perusahaan dalam menerapkan prinsip keterbukaan tidak sekadar compliance, tapi harus beyond compliance. Perusahaan yang telah menerapkan GCG dengan baik, biasanya mereka akan menerapkan praktik-pratik GCG yang terbaik pula.

 

Contact Us

Instagram @dmccomm_id

Website dmc-indonesia.com