Perkembangan ARA di Indonesia

Pelaksanaan ajang Annual Report Award (ARA) di Indonesia menemui berbagai tantangan. Sejumlah faktor menyebabkan ARA tak selalu rutin digelar tiap tahunnya. Bagaimana perjalanan ARA di Indonesia sejak pertama kali digelar hingga kini?

 

Pertama kali, ARA diselenggarakan pada tahun 2002. Pelaksanaan ajang ini tak terlepas dari resesi ekonomi yang melanda banyak negara di medio tahun 1997–1998, termasuk Indonesia. Resesi ekonomi kala itu merupakan situasi yang sangat berat untuk Indonesia. Banyak perusahaan-perusahaan tanah air. Beberapa perusahaan yang kolaps itu harus ‘diambil’ oleh Pemerintah. Tak sedikit pula perusahaan yang harus ‘disehatkan’ dalam bentuk rekapitalisasi, Intinya, resesi ekonomi saat itu memberatkan kinerja perusahaan-perusahaan publik maupun swasta.

 

Resesi ekonomi tersebut terjadi bukan tanpa sebab. Salah satunya adalah masih banyak perusahaan di Indonesia yang belum menerapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan (good corporate governance/GCG) secara berkesinambungan sehingga berpotensi memicu terjadinya krisis keuangan. Krisis keuangan inilah yang kemudian menjalar menjadi resesi ekonomi dalam suatu negara.

 

Studi yang dilakukan oleh Asian Development Bank (ADB) mengidentifikasi bahwa kontributor utama dari krisis ekonomi tersebut yakni lemahnya “tata kelola perusahaan” (Zhuang, et al, 2000). Dengan demikian, krisis Asia menjadi momentum penting yang mendorong urgensi reformasi tata kelola perusahaan di Asia dan juga di Indonesia.

Penerapan GCG dalam ARA

Penerapan GCG secara baik dan berkelanjutan penting bagi perusahaan. Pasalnya, hal ini dapat berpengaruh terhadap proses pengambilan keputusan, keseimbangan kerangka kerja serta pemahaman menyeluruh dari manajemen perusahaan. Dengan GCG yang baik, perusahaan bisa memitigasi risiko, menjaga standar kualitas produk, meningkatkan akses permodalan, dan membuat perusahaan menjadi lebih efisien. Selain itu, perusahaan dapat lebih transparan sehingga memberikan kepercayaan diri bagi investor untuk bisa menanamkan modalnya di suatu negara dengan penerapan GCG yang baik.

 

Dengan latar belakang inilah, ARA diselenggarakan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas informasi dan governance melalui laporan tahunan (annual report) suatu perusahaan. Melalui ARA, komitmen perusahaan untuk menjungjung tinggi prinsip-prinsip good corporate governance, transparansi, accountability, responsibility, independensi, dan fairness dapat terlihat dan terukur.

 

Perjalanan Singkat ARA

1997–1998 : Resesi ekonomi

1999 :

– Pembentukan Komite Nasional Kebijakan Corporate Governance (KNKCG)

 – Penerbitan  Pedoman Nasional Good Corporate Governance (Pedoman Nasional GCG)

2001 : Revisi Pedoman Nasional Good Corporate Governance (Pedoman Nasional GCG)

2002 : ARA pertama kali digelar

2004 : KNKCG diubah menjadi Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG)

2006 : Revisi Pedoman Nasional Good Corporate Governance (Pedoman Nasional GCG)

*Catatan: ARA sempat ditiadakan beberapa tahun  

 

Contact Us

Instagram @dmccomm_id

Website dmc-indonesia.com